Pengalaman Menulis di IDN Times Community - Based on true story

by - November 10, 2017

IDN Times
Dok. IDN Times
Hai, Saya mau cerita nih tentang pengalaman menulis di IDNTimes.com.

Btw, sebelumnya saya hanya hobi menulis di buku diary sebelum di blog, karena bagi saya cerita saya cukup untuk simpan sendiri saja. Tapi, kalau kita punya cerita yang menarik dan informatif kenapa tidak di bagikan saja!

Bertemu dengan IDNTimes.com di tahun 2017 bulan mei. Buat yang belum tahu, IDN Times adalah media online yang menyajikan konten-konten worth sharing yang sedang trending dan relevan yang pas untuk generasi muda Indonesia.

IDN Times sendiri telah membuka wadah menulis terbuka tanpa batasan umur terlebih untuk kamu generasi millennials yaitu IDN Times Community. IDN Times Community adalah wadah berkarya kumpulnya community writers.

Bagaimana cara menulis di IDN Times Community

IDN Times Community/ ABOUT & FAQ

Ada dua bentuk penulisan artikel yang bisa dipilih yaitu listicle atau narasi, narasi umumnya untuk news/ cerpen. Untuk penjelasannya lebih rinci kalian bisa baca di menu dashboard pilih Community Guide maka akan muncul seperti dibawah ini:



Templatenya penulisan fiturnya lengkap dan mudah di mengerti. Jadi tinggal di isi tulisan dan gambar yang berkaitan lalu submit ke editor. Nanti, akan muncul tanggal terbit jika artikel kamu lolos, yang terpenting tidak mengandung & mengundang sara, ujaran kebencian, body shaming.

Bentuk artikel yang saya suka pakai adalah listicle, karena menurut saya lebih mudah cari pengembangan bahasan jika pakai listicle urut 1, 2, 3 dengan gambar,  contoh listicle yang sudah saya tulis seperti dibawah ini:




Tidak perlu takut untuk mencoba menulis.
Awalnya juga sama sekali nggak tahu cara menyusun artikel itu gimana serta istilah-istilah didalamnya. Menulis artikel otodidak, belajar dari artikel-artikel yang udah terbit.

Dan paham bentuk artikel yang rapih setelah gabung di IDN Times Community. Ternyata seru juga membagi info & cerita dalam bentuk tulisan dan dibaca banyak orang seperti di dengar dan di hargai.

Di reject, revisi, dan publish.
Penyakit males nulis suka muncul kalo artikel-artikel yang udah diketik panjang & pegel nyari sumbernya ternyata gagal publish. Ditolak enggak, diterima juga enggak, nempel di tempat pending berhari-hari (tempat sementara dimana setelah artikel di submit ke editor).


Wajarnya yg tidak berhasil publish masuk ke reject tapi saya mengerti dengan sendiri kalo lebih dari seminggu masih di tempat pending berarti tidak akan publish. Community writers sekarang sudah 70 ribuan lebih. Kebayang nggak bacain artikel dari 70ribuan akun? belum lagi edit per-artikel supaya layak di publish gokil ya peran Tim Editor IDN Times untuk para writers.



Tips penulisan
Menurut editor, artikel yang cepat terbit itu harus bersifat orisinil hasil karya sendiri, nggak banyak typo, menggunakan gaya bahasa sendiri, materi yang ter-update, dan konten viral. Jadi, kalau sudah ada berita lagi In banget harus buru-buru submit sebelum keduluan penulis lain.

Terkadang juga kita di minta untuk revisi. Walau serumit itu membuatku semakin semangat untuk terus mencoba belajar menulis lagi. Walaupun masih amatir.

Ohya, karena status kita tidak terikat alias penulis lepas, jadi segala bentuk yg terjadi setelah artikel dipublish sepenuhnya jadi tanggung jawab penulis.

Jadi hati-hati, berfikir dahulu sebelum berkata. Jangan lupa juga untuk memasukkan sumber link asli foto yang kamu masukkan dalam Artikel. Hindari foto copyright, cari gambar yang gratis contohnya dari:

instagram.com (Namun ada etika ambil foto dari akun pribadi yang harus izin terlebih dahulu, kecuali pakai foto public figure atau artis).

Tidak perlu harus punya laptop dulu baru nulis.
karena sekarang fitur menulis untuk community writers sudah ada lho di aplikasi mobile IDN Times yang bisa kamu download di playstore.

Aplikasi mobile ini lebih memudahkan kita untuk upload gambar yang diambil dari instagram, pinterest, tumblr, atau lainnya jadi menulis bisa dimanapun kamu berada melalui genggaman smartphone. Bentuknya seperti ini saat kamu sudah log-in..


Penghasilan dari menulis.
Untuk perhitungan penghasilan yang di dapatkan adalah berupa POIN dari views. 100 views artinya kamu dapet 1 poin. Minimum jumlah poin yang bisa ditukarkan/ redeem adalah: 2500 poin.

  • 2500 poin = Rp 250.000
  • 3000 poin = Rp 300.000
  • 4000 poin = Rp 400.000
  • 5000 poin = Rp 500.000
  • 10.000 poin = Rp 1.000.000
(*Jumlah poin otomatis akan berkurang setelah melakukan proses redeem). Biasanya 5-7 hari kerja proses poin menjadi uang ke rekening kita.

Ikutan event dan promo nulis bulanan agar dapet kepastian ribuan poin
Galau dong cara untuk mendapatkan views yang banyak "kapan ngumpulnya kalo 100 views 1 poin".

Tenang, IDN Times Community setiap bulan adain promo menulis untuk community writers dengan tema-tema yang sudah ditentukan, dan sebagai imbalannya setiap artikel yang mengikuti promo akan mendapatkan bonus poin dalam jumlah besar.

Misal berhasil nulis 3 artikel tentang tema #CowokBanget dan publish semua. Di bulan yang sama kamu bisa langsung klaim poin by email ke tim IDN Times Community beserta lampiran 3 link artikel yang sudah terbit itu.

Jika sudah di proses, poin akan bertambah otomatis informasi selengkapnya bisa baca dengan klik di menu dashboard event & promo.



Proses pembayaran
Kalo sudah terkumpul, kamu bisa Redeem Poin tanpa batasan waktu. Bagusnya sekarang sudah boleh pakai Bank apapun *dulu hanya terima Bank BCA*. Tanda kalo kamu sudah berhasil redeem akan ada di notifikasi akun seperti ini :



Kenapa pilih IDN Times Community?
Karena tempat berkarya para Millennials. Setiap artikel yang terbit adalah artikel-artikel yang tidak asal terbit harus melewati penyortiran, anti hoax.

Apa benefit atau keuntungan menulis di IDN Times Community?
  1. Daftarnya mudah, bisa juga daftarnya nyambung pakai akun facebook.
  2. Investasi lewat tulisan, artikel yang terbit tidak akan terhapus jadi views akan terus bertambah. Views = Poin = Rupiah. Kenapa bisa begitu, karena kita menulis yang berfaedah, berfaedah artinya bermanfaat. Informasi yang kita tulis pasti suatu saat ada aja yang nyari & baca.
  3. Suka ada lomba menulis dengan hadiah menarik.
  4. Artikel yang menarik juga bisa lho masuk ke LINE TODAY.
  5. Suka ada live instagram community talk dari editor IDN Times tentang tips menulis dan lainnya. 
  6. Yang terakhir bisa dapat kesempatan di undang ke event-event penting untuk meliput.
Mampir dan baca di profile IDN Times saya klik disini !

Kalo kalian hobby menulis dan ingin bergabung di IDN Times Community langsung klik disini ya.

Mungkin ada yang punya pengalaman yang sama pending mulu, tapi tetep kirim artikel berikutnya? Tulis komentar terbaikmu di kolom bawah post ini ya..

#SharingisCaring #CommunityWriter

You May Also Like

38 komentar

  1. Wah, aku baru tertarik join idntimes bulan ini. Telat banget ya :)
    Tapi nggak papa, daripada nggak nyoba sama sekali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Selvia, wah selamat bergabung yaa :)

      Hapus
  2. Kalau menulis pengalaman sendiri apakh nanti diterima mba .?? Terus seandainya kita mengshare sendiri ke media sosial apakah diperbolehkan..??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Aboy. Maksudnya seperti nulis blog atau hasil liputan sendiri ya? kalau di idntimes bentuknya beda sama blog. Kalaupun mau nulis cerita pengalaman sendiri baiknya di olah lagi jadi 'artikel narasi' cerpen atau puisi idntimes masih terima. Share link ke media sosial pribadi sangat diperbolehkan untuk promosi tulisan agar views artikel di akun idntimes kamu bertambah.

      Hapus
  3. aku udah coba nulis cuma nunggu moderasi lama sampai dua minggu jadinya masih pending :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Nur Annisa, wah semangat ya! kalo sekarang harus banyak sabar untuk terbit 😁 karena community writer idntimes udah banyak banget.

      Hapus
  4. kak mau tanya. kalau ngescreenshoot foto di ig kan pixelnya jadi gak bagus. nah kalau aku liat sih di idntimes fotonya ngambil dari ig dan kualitas fotonya ttp bagus. yg aku mau tanyain, gimana caranya agar foto yg kita ambil dari ig pixelnya bisa bagus?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Wiya, kalo aku biasanya download foto ig di www.dinsta.com sizenya original nanti tinggal resize di ms.paint sesuai standar pixel gambar artikel idntimes.

      Hapus
  5. Kak, aku ingin bertanya, berapa lama dari redeem sampai masuk ke rekening biasanya? Terima kasih, Kak :)

    BalasHapus
  6. Hai mba, maaf ini mungkin agak menyimpang. Mau tanya, kira-kira kalau saya gagal terus ketika upload gambar untuk artikel kenapa ya? Padahal biasanya lancar-lancara aja? Saya sudah tanya di twitter idn times dan juga kirim email, tapi blm ada balasan. Terimakasih ya mba,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Tari maaf baru balas, beberapa hari kemarin memang lagi ada maintenance/ perbaikan fitur. Tapi hari ini udah bisa kok. Di coba ya :)

      Hapus
  7. Sekarang masih berlakukah menulis dan dibayar di idntimes???
    Kalau nulis cerpen bisa juga kah??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Vherlin, masih.
      Nulis cerpen bisa banget! kamu coba lihat disini contoh cerpen-cerpen yang sudah terbit --> https://www.idntimes.com/fiction

      Hapus
  8. Halo mau nanya dong, kalo udah submit artikel dan udh masuk meja redaksi gt, apa nnti kita kita akn trima email?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Daughter Talk, iya nanti ada notif by email pas artikel udah di terima tim redaksi dan ada notif by email juga pas artikel akan terbit. Selain dari email bisa juga di lihat dari ikon lonceng pemberitahuan di dashboard akun.

      Hapus
  9. Makasih infonya. Jadi kalau sudah lebih dari 1 minggu artikel kita tetap ada di bagian "pending" sudah pasti nggak diterima ya?

    Btw kalau artikel yang "ter-pending" macam itu apa bisa kita hapus? Biar nggak menuh-menuhin tempat maksudnya.

    Makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Maria Kristi, ya kalau pengalaman saya 1 minggu masih ada di tempat pending yang artinya belum dapat tanggal terbit, gak akan terbit. Harapan semua community writers hehe sayangnya gak ada tombol delete artikel yang statusnya pending Maria.

      Hapus
  10. Halo ka, nulisnya bisa pake bahasa Inggris ga? Ato harus bahasa Indo semua?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, Theresia dominan bahasa indonesia, kalau mau pakai untuk istilah atau kata tertentu dalam bahasa inggris boleh disisipkan.

      Hapus
  11. Saya baru mau coba di IDN Times nih. Soalnya Jalantikus sudah gak bisa kayaknya untuk nulis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan di coba Simon, siapa tau bisa makin sukses lewat nulis di IDN Times heheh...

      Hapus
  12. Hai kak lisa, tlong buat blog tentang cara menulis artikel yang ada sumbernya di idntimes. Soalnya aku masih bingung kak. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai PECINTATULISAN, terima kasih sudah berkunjung di blog aku. Maksudnya sumber referensi bahan artikel? bisa disisipkan link-nya dipaling bawah artikel agar bisa dicek oleh editor atau kamu bisa mention di awal paragraf kayak "Melansir/ Dilansir dari Huffpost.com Koala Kumal telah berimigrasi...."

      Apakah kamu sudah membaca artikel-artikel yang ada di Community Guide yang ada di menu dashboard akun, menurut aku disana sudah ada lengkap tentang cara-cara menulis di IDN Times. Terima kasih :)

      Hapus
  13. Ka kalo buat cerpen di Din Times mengenai apa ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Lusiana, setau aku untuk nulis cerpen bebas asal karya buatan sendiri, tidak bermuatan SARA, fitnah, hate speech, kampanye, komersil, promosi dan pornografi. Saranku si ceritanya seputar millenials kamu bisa lihat contoh cerpen yang sudah terbit disini ya https://www.idntimes.com/fiction/story

      Hapus
  14. Apa ada keuntungan kalau artikel kita masuk line today, kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Ekany, keuntungannya artikel berpotensi viral, nama penulis dikenal ^^

      Hapus
  15. Halo kak makasih ya udah share... Aku baru aja nyoba nulis di IDN (telat banget 😅), semoga aja bisa di acc, hehe. O iya kak, aku @anakdemeter yang barusan follow kakak di twitter, semoga kakak berkenan buat nge-acc aku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Alif, sama-sama terima kasih kembali sudah baca blog aku ^^,

      Aamiin yaa semoga segera publish artikel-artikel Alif. Btw sudah aku folback juga nih twitternyaa..

      Hapus
  16. baru sebulan gabung, dan udah ngirim 15 artikel. nungguin lama buat publish, 14 artikel sebelumnya gak ada kabar, masih pending. dan artikel ke-15 baru bbrp
    jam submit langsung publish. uhhhh seneng bangettt rasanya. tapi masih penasaran sama nasib 14 artikel ku sebelumnya, bakal diterbitin juga gak ha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo ka, aku mau tanya, yg 14 artikelnya sudah terhitung berpa hari pending ya?

      Hapus
    2. Hai Ana, selamat bergabung dan berjuang hehe.. Wah, Ana keren hari itu submit langsung publish pasti menarik banget artikelnya.

      Sebenarnya ada dua kemungkinan mengapa artikel tdk publish. Bisa karena judulnya kurang menarik, banyak typo, sumber kurang kredibel, atau artikel kita ketumpuk. Saran aku submit di jam kerja.

      Hapus
  17. Oalah baru tau kalau satu minggu pending artinya ditolak, apa itu ada kemungkinan tidak terseleksi kak di editornya makanya pending terus? seenggaknya kalau direject ada kepastian gitu hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai SAA, itu berdasar pengalaman dulu aku saja sii. Ada juga nih temenku, baru publish 2 minggu kemudian artikelnya. Ada juga yang pending sebulan terus submit ulang dengan koreksi judul & isi artikelnya agar jadi lebih
      menarik editor. Pending itu bisa jadi karena artikelnya ketumpuk, atau emang belum layak terbit, atau sudah ada yang menulis duluan. Kalau sekarang artikel yang pending sebulan bakal otomatis masuk daftar reject, gitu SAA.

      Hapus
  18. Oalah baru tau kalau satu minggu pending artinya ditolak. Apa ada kemungkinan naskah kita tidak terseleksi editor karena banyaknya naskah yg masuk ka makanya pending terus? Seenggaknya kalau direject kan ada kepastian hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo SAA, Sekarang si satu bulan gak publish langsung masuk daftar reject ^^

      Hapus
  19. Hai, kak... Aku jadi pengen nulis di IDN. Tapi telat bange ya. Btw kak kalau nukis lewat mobile terus kita udah punya apk.IDN dan udah apunya akunnya itu otomatisnya masuk komunitas idn gitu. Kalau enggak gimana caranya kita agar bisa gabung di komunitas idn. Maaf soalnya aku baru tahu jadi masih bingung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Unknown, kalau akunmu mau menjadi badge community writer kamu minimal sudah publish satu artikel.

      Kalau mau lebih aktif lagi ikut community writer kamu bisa join grup whatsapp, linknya ada di instagram @idntimes.community ^^

      Hapus

Hi, silahkan tinggalkan komentar terbaikmu ya. Mau berbagi cerita boleh banget! Thank you.

Blogger Perempuan