Suhu Udara [PUISI]

Image by GLady from Pixabay 


Sesak.

Waktu semakin menghanyut.
Membuatku semakin sulit bernafas.
Apa pantas aku masih merasa seperti ini,
Memintamu menjauh.
Kemudian kedua mata itu menajam.
Tanpa kau tahu alasan.
Ketakutan akan terlalu mencintai,
tanpa bosan.

Aku makin jatuh memikirkanmu,
Dan kau mengikuti menjauh.
Sikap lebih dingin dari aku,
lalu terbang kemanapun hingga kau terlihat, bahagia namun palsu.
Atau aku yang melulu cemburu.

Jika bisa akan ku tarik karma yang terlontarkan, agar kau sungguh bahagia
dalam kenyataan.

Apalagi yang perlu ku tunggu,
dalam harapan yang ku rubah sendiri menjadi kebencian.

Tidak ada komentar:

Hi, Silahkan tinggalkan komentar terbaikmu.
Mohon maaf komentar spam/ link aktif tidak akan dipublish.
Subscribe ya untuk menerima notif artikel terbaru. Terima kasih :)

Diberdayakan oleh Blogger.