6 Kutipan Tentang Cinta Dari Beberapa Novel Tere Liye



"Kau membunuh setiap pucuk perasaan itu. Tumbuh satu langsung kau pangkas. Bersemi satu langsung kau injak? Menyeruak satu langsung kau cabut tanpa ampun? Kau tak pernah memberi kesempatan. Karena itu tak mungkin bagimu? Kau malu mengakuinya walau sedang sendiri..Kau lupa, aku tumbuh menjadi dewasa seperti yang kau harapkan. Dan tunas-tunas perasaanmu tak bisa kau pangkas lagi. Semakin kau tikam, dia tumbuh dua kali lipatnya. Semakin kau injak, helai daun barunya semakin banyak." - Tere Liye, Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin.

Jika kita selesai membaca sebuah buku, maka kita akan mengingat beberapa kalimat yang memiliki arti yang sangat dalam. Awalnya mungkin terbaca biasa, tapi jika di menilik artinya kita akan lebih mengerti. Salah satunya ada beberapa qoutes cinta fenomenal bang Tere Liye. Banyak yang mengira sosok Tere Liye adalah seorang perempuan, tapi faktanya dia adalah seorang lelaki yang buku-bukunya selalu laris manis.  Berikut 6 kutipan lainnya:

1. "Orang yang memendam perasaan seringkali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian disekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta". (Tere Liye, Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin). 
Hampir sebagian bahkan semua manusia akan merasakan hal ini, terjebak dengan kejadian-kejadian yang dianggapnya spesial dan berbeda padahal itu biasa bagi orang lain yang melihatnya. Sering mengkaitkan dan terjadilah dulu namanya Ge'er atau BaPer sebutan jaman sekarang. Menyimpulkan sendiri itu tidak baik apalagi berlebihan mikirin terus, nanti bisa sakit sendiri.


2. "Suatu saat jika kau beruntung menemukan cinta sejatimu. Ketika kalian saling bertatap untuk pertama kalinya, waktu akan berhenti. Seluruh semesta alam takzim menyampaikan salam. Ada cahaya keindahan yang menyemburat, meggetarkan jantung. Hanya orang - orang yang beruntung yang bisa melihat cahaya itu, apalagi berkesempatan bisa merasakannya". (Tere Liye, Berjuta Rasanya). 
Cinta Sejati itu memiliki sesuatu yang berbeda yang tidak dimiliki orang lain, perasaan suka yang sangat berbeda saat kita menyukai orang lain pertama kali. Tidak menuntut kamu menjadi sempurna.


3. "Apakah cinta sejati itu? Apakah ia sebentuk perasaan yang tidak bisa dibagi lagi? Apakah ia sejenis kata akhir sebuah perasaan? Tidak akan bercabang? Tidak akan membelah diri lagi? Titik? Penghabisan? Bukankah lazim seseorang jatuh cinta lagi padahal sebelumya sudah berjuta kali bilang ke pasangan - pasangan lamanya, "Ia adalah cinta sejatiku!" (Tere Liye, Berjuta Rasanya). 
Cinta sejati itu entah ia hadir untuk pertama atau yang kedua atau datang di akhir, ia akan tetap ada di hati kamu, walau kamu bersama cinta yang baru, perasaan itu akan selalu beda dan tidak akan kamu lupakan bagaimanapun.


4. "Seseorang yang mencintaimu karena fisik, maka suatu hari ia juga akan pergi karena alasan fisik tersebut. Seseorang yang menyukaimu karena materi, maka suatu hari ia juga akan pergi karena materi. Tetapi seseorang yang mencintaimu karena hati, ia tidak akan pernah pergi! Karena hati tidak pernah mengajarkan tentang ukuran relatif lebih baik atau lebih buruk". (Tere Liye, Berjuta Rasanya). 
Karena hati tidak pernah mengajarkan tentang ukuran relatif lebih baik atau lebih buruk.



5. "Kehidupan ini tak selalu memberikan kita pilihan terbaik. Terkadang yang tersisa hanyalah pilihan-pilihan berikutnya. Orang yang bahagia selalu berpegangan pada pilihan kedua yang terbaik, selalu berpegangan pada pilihan kedua yang terbaik…. Melupakan pilihan pertama yang tak pernah bisa kau capai.." (Tere Liye, Berjuta Rasanya). 
Ada saatnya sadar atas ilusi yang tidak kunjung nyata, ada saatnya membuka mata untuk kenyataan dan keikhlasan. Berhenti karena me-rasa hanya sendiri bukan keduanya. Berhasil disebut sejati bila kedua hati tersebut sama-sama menyatukan untuk bertemu. Bila tidak biar cinta itu sejati tertanam jauh dihatimu. Tertimbun dengan si pemberi cinta yang baru. Percaya kepada proses. Tidak perlu terburu-buru menyimpulkan bila hati-mu masih berubah-ubah.



6. "Hanya dua alasan yang membuat seseorang memutuskan pergi sejauh mungkin. Satu karena kebencian yang amat besar, satu lagi karena rasa cinta yang amat besar". (Tere Liye, Rindu). 
Semua ada Alasannya. Mendengar sebuah alasan bukan sebuah hal yang dusta, namun dengan kamu mendengarnya dan mengetahuinya semua pertanyaan di hati kamu akan terjawab. Seberapa besar hati kamu siap untuk mendengar dari salah satu Alasan tersebut?

Tidak ada komentar:

Hi, Silahkan tinggalkan komentar terbaikmu.
Mohon maaf komentar spam/ link aktif tidak akan dipublish.
Subscribe ya untuk menerima notif artikel terbaru. Terima kasih :)

Diberdayakan oleh Blogger.