new videos

Efisien dan Praktis, Urus Kesehatan Keluarga Tanpa Batas dengan Internetnya Indonesia




Jaringan internetnya Indonesia di kecepatan 4G sudah menjadi bestie aku dari awal pandemi hingga sekarang, semua urusan lebih efisien dan praktis menggunakan internet terutama soal kesehatan yang menjadi fokus nomor satu untuk keluarga, karena mau gak mau kita jadi worry saat ke luar rumah tau banyak virus apalagi ke rumah sakit yang ada posko COVID-19 (dulu awal pandemi).

Tempat yang tidak ingin aku kunjungi itu selama pandemi ternyata malah jadi langganan aku berkunjung hingga sekarang. Ya, tiga tahun terakhir ini aku beberapa kali bulak balik ke rumah sakit untuk temani ibuku berobat. Karena keluarga besar kami menganut lebih percaya dokter daripada ke pengobatan alternatif, kita pilih yang ilmunya sudah pasti-pasti aja.

Ikhtiar sehat sejak tahun 2020 hingga sekarang

Awal pandemi banget ibuku menjalani operasi infeksi saluran kemih ada batu kecil yang menyumbat, pemulihannya cepat karena operasi kecil menggunakan laser, canggih ya. Di tahun yang sama ibuku memang sedang rutin terapi tulang pinggang belakang karena saraf terjepit tepatnya HNP (Herniated Nucleus Pulposus) dimana bantalan sendi tulang belakang menonjol sehingga menimbulkan nyeri pinggang yang luar biasa usai berjalan atau bangun dari duduk, namun saat itu belum berani tindak operasi, sampai akhirnya dipertengahan tahun 2021 setelah observasi terapi tidak membuahkan hasil dan mendengar perkataan dokter ortopedi

"mau operasi apa nanti lumpuh, Bu"

Akhirnya karena khawatir gak bisa banyak beraktifitas dimasa tua, ibuku berani untuk ambil langkah operasi HNP jadi akan ada pemasangan beberapa pen di lumbal tulangnya. Yang mana banyak orang yang sakit syaraf terjepit seperti ibuku itu takut untuk operasi. Ibuku memang jagoan, ia hanya takut dengan kecoa terbang.

Tentu itu bukan operasi kecil tapi besar dan beresiko sekali. Aku sebagai anak malah yang deg-degkan. Singkat cerita, setelah menunggu lama waiting list BPJS sekitar satu bulan akhirnya pihak rumah sakit menelpon untuk ibuku segera datang ke sana. Lokasi rumah sakitnya lumayan jauh dari rumah. Kami naik taxi online biar cepat sampai, karena kalau telat bisa di undur lagi katanya.

Waktu itu aku hanya punya uang cash Rp200 ribu. Tiba di rumah sakit ternyata perlu swab test dulu, bagi yang penunggu pasien bayar mandiri waktu itu biayanya Rp150 ribu, untuk pasien swab test masih di tanggung BPJS. Dan hanya boleh satu orang yang nunggu gak boleh bergantian, tidak boleh juga dibesuk. Setelah hasil swab keluar, kita menuju kamar rawat yang lokasinya jauh sekali dari pintu keluar. Jadi nih kalau mau keluar musti sekalian entah itu fotokopi, beli makanan, kirim baju kotor pake jasa antar barang ojek online ke rumah (iya pakai ojek online, karena tidak ada yang bisa bulak balik ke rumah sakit semua kerja).

Sisa uang waktu itu Rp50 ribu aku pakai untuk beli pampers dewasa isi 3, untuk persiapan operasi. Pada saat itu aku lagi bener-bener gak megang uang cash lagi, tinggal saldo e-wallet dan hp yang terkoneksi internet yang kuotanya sekarat untuk berkomunikasi dengan keluarga.





H-1 operasi perawat meminta aku ke loket bank darah di sana aku dijelaskan untuk ke PMI minta transfusi darah bawa anggota keluarga yang golongan darahnya sama karena gak semua orang bisa donor darah. Kebetulan dikeluarga kita O+ itu banyak, aku juga O.

Namun pas sampai di PMI jam 8 pagi yang ternyata lokasinya gak jauh dari rumah sakit itu peeenuh banget, usai aku antre cukup lama dan isi formulir pendonor,  hingga step selangkah lagi di ruang tensi ternyata darah aku rendah. Aku gak bisa donor darah untuk persiapan operasi ibuku, disitu sedih banget. Aku langsung chat grup keluarga, hari itu adalah hari kerja, semuanya kerja walau lagi pandemi, sampai aku update instagram story untuk meminta bantuan ke teman-teman online. Ramai yang balas tapi lokasi mereka jauh, kayaknya gak keburu. Karena memang harus hari itu juga aku dapet sekantong darah O.

Pakde aku bersedia tapi bisanya sore ke Tangerang, beliau dari Jakarta. PMI hanya buka sampai sore, siang itu pukul 1 aku balik dulu ke rumah sakit dengan berjalan kaki. Seakan-akan ada yang muter lagunya Opick yang judulnya 'Rapuh' disepanjang jalan berasa lagi syuting FTV.

detik waktu terus berjalan
berhias gelap dan terang
suka dan duka tangis dan tawa
tergores bagai lukisan..

Lesu lelah letih, pasrah sendirian di keramaian. Sampai di rumah sakit aku cerita ke ibu kalo lagi nunggu pakde dateng baru ke PMI lagi. Sepupuku chat mengabari bahwa ada temannya yang bersedia mendonorkan darahnya, yasudah keep dulu buat cadangan kalau-kalau nanti kondisi kesehatan pakde gak memungkinkan untuk donor. Singkat cerita pakde dateng sore pas banget PMI udah mau tutup pendaftaran, untungnya masih bisa. Kemudian aku laporan ke perawat bahwa aku udah dapet pendonor darah. Saat itu aku gak henti-hentinya ucap syukur.

"udah dapet? alhamdulillah..." kata perawat

Besoknya hari operasi tiba, lumayan lama, masuk kamar operasi pagi jam 8, selesai operasi hingga masuk kamar rawat jam 2 siang. Butuh proses banget untuk ibu bisa balik badan apalagi duduk, tapi alhamdulillah berjalan lancar, kita saling berkabar dengan keluarga via video call. Waktu itu hanya 5 hari di rumah sakit. Karena pulang naik angkot gak mungkin, kurang nyaman susah untuk membungkuk dan perlu jalan kaki yang jaraknya lumayan untuk masuk menuju gang rumah kita. Tentu kita pulang naik taxi online.

Jujur ini kali pertama aku nemenin ibu operasi sendirian urus ini itu dan lagi gak megang uang yang cukup, untungnya ada internet yang setia nemenin aku. Aku bisa mati gaya tak berdaya gak ada internet.

Apa yang bisa dilakukan dengan internet saat menunggu pasien di rumah sakit agar tidak bosan?




Umumnya buat kelas rawat 2 dan 3 yang kasurnya tidak sendiri, kita bisa ngobrol dengan penunggu pasien lain. Seperti aku kemarin, yang pasti obrolannya gak jauh tentang penyakit. Kita bisa dapet cerita pengalaman pribadi mereka, kayak waktu itu sebelah Ibuku pernah operasi HNP juga. Dia kasih tips untuk kasurnya jangan yang di lantai harus yang tinggi, makan ikan gabus, dan lainnya. Nah, kalau sedang tidak ngobrol ini yang aku lakukan:
  1. Baca informasi kesehatan di google. Karena kunjungan dokternya sehari sekali dan sekejap doang. Aku yang haus informasi suka baca artikel kesehatan. Misal kayak waktu itu aku mencari tentang resiko pasca operasi HNP pasien akan mengalami apa, resep masakan sehat, harga korset, harga susu tinggi kalsium (disarankan sama dokter ini wajib).
  2. Bermain game yang tidak berisik.
  3. Nonton drakor (drama korea) pakai headset.
  4. Zoom meeting, iya aku sempet daftar event online gitu dan jadwalnya pas banget lagi nunggu di rumah sakit (untungnya cuma jadi peserta jadi mendengarkan pembicara saja).
  5. Mengatur suhu AC melalui HP. Ini ilmu yang penting karena kalo malam suhunya bisa dingin banget dan selimut tipis daripada tekan bell request suhu ac dikecilin sama perawat gak dateng-dateng, inisiatif aja kecilin sendiri itupun nanya dulu ke pasien lain setuju atau tidak kalau ada yang masih bangun.
  6. Pesan makanan online, semenjak pandemi kantin di rumah sakit banyak yang kosong dan palingan adanya roti. Jadi kalau mau yang penuh rasa pesan makanan online aja, bisa beli atau bisa pesan sama keluarga sendiri (hemat).
Usai operasi HNP tidak serta merta tulang pinggang ibuku sembuh total, kata dokter pemasangan pen itu hanya sebagai usaha kita mempertahankan tulang agar tidak semakin bergeser dan sakit jadi masih perlu terapi di rumah sakit. Awalnya ibuku terapi di rumah sakit tempat operasi itu, terapi sepedah untuk kuatin kaki, namun karena kejauhan terapinya pindah ke rumah sakit yang dekat dengan rumah, hemat ongkos. Di rumah sakit yang baru ini pendafataran berobatnya bisa online.




Aku sangat terbantu dengan internet, semoga di fasilitas umum bisa lebih banyak lagi tersedia jaringan internet yang cepat. Aku ingat waktu pertama kali aku menggunakan internet itu saat mengerjakan tugas sekolah mata pelajaran bahasa inggris yaitu bikin love letter sebagai pengganti kamus bahasa inggris yang sudah robek tercecer entah kemana, mengerjakan jadi lebih cepat, bisa tau cara bacanya juga. Itu 12 tahun yang lalu, gimana sekarang? menurut aku sekarang semua kalangan sudah bisa memiliki smartphone yang terkoneksi internet.

Bisa kita ketahui menurut survei APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia di tahun 2022 mencapai 210 juta pengguna. Sedangkan jumlah penduduk di Indonesia 275,77 juta jiwa, ini membuktikan hampir seluruh rakyat Indonesia menggunakan Internet. Sebelum kita bahas lebih lanjut...

Apa sih 'internet' itu?

Melansir gramedia.com menurut Sibero (2011) Internet atau Interconnected Network adalah sebuah jaringan komputer yang saling terhubung secara global. Jadi cara kerja internet ya karena adanya jaringan komputer dan internet juga memakai protokol komunikasi IP atau TCP. Sejerah internet ini cukup panjang kalau kita mau baca dimulai, awalnya tahun 1960 di Pertahanan Amerika Serikat dulu namanya ARPANET dan hanya kalangan tertentu saja yang bisa mengaksesnya. Beda dengan sekarang Internet sudah menjadi kebutuhan primer bagi manusia, tanpa terbatas kasta sosial.

Kapan Internet masuk ke Indonesia?

Melansir salah satu jurnal Universitas Suryadarma, pertama kali internet masuk ke Indonesia pada tahun 1990-an. Gak kerasa ya perkembangan kecepatan jaringan internet mulai dari 2G, 3G, 4G, sampai dengan yang terbaru saat ini, udah 5G aja.

Apa manfaat Internet untuk manusia?

Manfaat internet tak terbatas dalam bidang berikut sesuai pengalaman aku:
  1. Untuk sehari-hari, membuat kita menjadi lebih mandiri dan praktis. Dengan internet aku bisa belanja sayur melalui aplikasi online, pesan ojek online, dsb.
  2. Untuk pendidikan, sebenarnya dari sebelum pandemi, internet memang sudah berjasa dipendidikan. Hanya lebih modernnya sekarang belajar bisa online jadi bisa dari mana saja, kayak via zoom meeting, bikin robot, sharing tugas kelompok kuliah via google drive. Ohya bisa selesaikan pembelajaran program Prakerja dengan mudah, waktu itu aku ambil kelas belajar menulis skenario Ernest Prakasa.
  3. Untuk bisnis dan keuangan, duh kalau ini aku juga merasakan manfaatnya bekerja sebagai Blogger dan berjualan dimsum online. Mencari uang via internet jadi dimudahkan, tinggal niat aja guys. Kayak gak ada alasan lagi buat menganggur, melalui internet kita bisa dapat penghasilan walau butuh proses panjang untuk maju.
  4. Untuk komunikasi, informasi, & hiburan. Kayaknya semua orang gak ada yang gak pakai sosial media terutama WhatsApp kita bisa chat dengan klien urusan kerjaan, diskusi dengan grup keluarga, bermain game, nonton drakor dan lainnya.
  5. Untuk kesehatan. Apa saja ya?

Manfaat tak terbatas internetnya Indonesia untuk bidang kesehatan?

  • Bisa jadi penghubung komunikasi saat membutuhkan pertolongan seperti donor darah, kayak aku waktu itu.
  • Dengan internet aku bisa booking online pendaftaran jadi gak perlu antre panjang datang pagi-pagi ke rumah sakit.
  • Lebih cepat deteksi penyakit melalui konsultasi dengan dokter umum atau spesialis di aplikasi kesehatan online kayak waktu itu saat sakit COVID-19, cepet gercep nerima hasil swab via WhatsApp dan dikasih resep obat untuk di tebus online, tinggal nunggu deh paket obatnya sampai di rumah.
  • Membeli vitamin untuk kesehatan.
  • Olahraga virtual di rumah, seperti yoga, naik sepeda.
  • Baca artikel kesehatan di website terpercaya.
  • Penyambung teknologi untuk alat terapi kesehatan.
  • Menonton event kesehatan secara online di YouTube.
  • Mempermudah administrasi berobat rumah sakit, jadi tidak perlu banyak fotokopi kayak dulu. Sudah banyak rumah sakit yang memiliki aplikasi sendiri.
  • Hubungi ambulance lebih cepat.




Wah banyak ya manfaat internet itu. Saking kehidupan tidak bisa lepas dengan internet aku pernah diskusikan dengan keluarga tentang pasang Wifi dirumah kayak tetangga, karena kita itu masih suka patungan untuk membeli satu paket internet yang besar untuk dijadikan hotspot bersama agar hemat, entah itu di HP ibuku, bapakku, aku, atau adikku. Karena kalau beli masing-masing wah boros banget, karena kegiatan kita lebih banyak di dalam rumah, kecuali bapak yang kerja di Jakarta.

Kendalanya patungan jadi hotspot adalah kalau beberapa dari kita keluar rumah kayak mama yang sering kontrol terapi ke rumah sakit, atau aku yang datang ke event offline jadinya beli paket internet harian lagi, ya jadinya sama aja boros lagi udah gitu HP yang dijadikan hotspot bakal cepat lowbat atau internet mati tiba-tiba saat HPnya ada telepon masuk.

Untungnya ada IndiHome, ya merek internet rumah yang familiar di telinga kita adalah IndiHome si Internetnya Indonesia. Fyi, IndiHome pelopor internet rumah pertama sejak tahun 2015. IndiHome bagian dari Telkom Indonesia perusahaan BUMN bidang telekomunikasi sejak tahun 1965. Yang aku tau nih, tidak hanya produk telepon dan TV, IndiHome memiliki banyak produk internet.

Bagaimana cara cek Produk Internet IndiHome?

Internetnya Indonesia



Bisa buka website IndiHome atau download aplikasi MyIndiHome di Google Play atau App Store. Aplikasi ini sudah didownload oleh 5 juta pengguna. Step selanjutnya pilih masuk/daftar/masuk tanpa daftar. Berikut produk internet di MyIndiHome yang bisa kita pilih sesuai kebutuhan:

Ada 23 Paket Internet yang bisa dipilih

Buat yang gak mau ribet bisa langsung pilih ini. IndiHome sudah menyediakan 23 pilihan paket internet & sudah dapat potongan 50% biaya pemasangan. Paketnya mulai dari paling murah dan termahal:
  • Paket 2P (Internet+Phone) Rp275 ribu/bulan untuk kecepatan 20 Mbps (Internet dan Telepon), cashback LinkAja Rp100 ribu, bebas nelpon 50 menit lokal/interlokal, Disney+ Hotstar. Bisa untuk sharing 5 perangkat
  • Paket IndiHome 3P (Dengan akses Disney Hotstar) Rp965 ribu/bulan untuk kecepatan 100 Mbps, bebas nelpon 100 menit lokal/interlokal, paket entry 99 Channels (TV nasional dan Internasional), bebas akses Disney+ Hotstar, UseeTV GO, HBO GO, minipack IndiMovie 2, Catchplay+, bebas akses WeTV iflix, MOLA, Vidio. Bisa untuk sharing 18 perangkat, cocok buat yang punya produktivitas tinggi /punya bisnis.

Upload Booster

Cocok untuk pembuat konten dan pengguna cloud storage yang ingin meningkatkan kecepatan dalam satu hari, mulai dari 5 Mbps Rp11 ribu hingga 300 Mbps Rp480 ribu.

Speed on Demand

Internet di rumah makin cepat sesuai kebutuhan dan stabil, kita bisa pilih ini untuk menaikkan kecepatan sementara seperti 100 Mbps Rp40 ribu sehari.

Wifi.id Seamless

Sudah cukup familiar didengar karena Wifi.id banyak tersedia di 100.000 titik hotspot seperti working space, cafe, dsb. Kita bisa berlangganan Wifi.id dan otomatis terkoneksi Wifi dimanapun, cukup langganan Rp10 ribu/bulan aja per perangkat langsung terkoneksi sesuai username dan password saat berlangganan dengan kecepatan 100 Mbps.

Wifi Extender, bebas kabel

Sinyal kuat di setiap sudut, jadi ini buat opsi tambahan perluas jangkauan internet tanpa kabel tambahan, mulai dari Rp35 ribu/bulan up to 100 Mbps.

Upgrade Speed

Koneksi lebih cepat walau perangkat terkoneksi makin banyak. Internetan makin meningkat mulai 20 Mbps Rp220 ribu/bulan, hingga 50 Mbps Rp440 ribu/bulan.

Top Up Quota

Butuh kuota internet yang lebih besar untuk aktivitas online di rumah mulai dari 1 GB Rp5 ribu hingga 150 GB Rp450 ribu.

Renew Speed

Internet lambat karena melebihi FUP? Perbaharui kecepatan ke paket awal dengan masa aktif 1, 3, dan 7 hari. Mulai 10 Mbps Rp14 ribu/hari hingga 100 Mbps Rp227 ribu/7 hari. 

Smooa (2G/3G/4G)

Yang terakhir ini cocok sama kebutuhan keluarga aku yaitu beli paket patungan tapi gak perlu pakai nyalain hotspot yang bikin batre habis tapi bisa sharing paket internet darimana pun. Tinggal daftar 3-6 nomor telkomsel, iya guys harus Telkomsel ya. Gratis unlimited nelpon dan SMS, pembayaran mudah langsung menyatu dengan tagihan IndiHome. Mulai dari paket silver 15 GB Rp75 ribu/bulan hingga yang Diamond 200 GB Rp625 ribu.

Cara bayar berlangganan IndiHome?

Cara pembayarannya mudah misal beli 2 produk internet IndiHome maka kamu hanya perlu bayar dari satu tagihan nomor ID IndiHome yang bisa kamu cek saat buka MyIndiHome lalu pilih Profil. Bisa langsung bayar di aplikasi MyIndiHome atau melalui ATM, Mobile Banking, Internet Banking, atau melalui e-commerce seperti Shopee dengan memasukan nomor ID IndiHome kamu. Mudah bukan?

Bagaimana cara cek ketersediaan Jaringan IndiHome di lokasi kita?


Bisa cek di aplikasi MyIndiHome atau buka fibermap.indihome.co.id lalu masukkan alamat rumah kita, proses, dan tunggu sampai hasilnya muncul. Muncul deh banyak lokasi yang sudah tersedia jaringan IndiHome di Indonesia.

Terbukti gak cuma telepon dan TV, pilihan produk internet IndiHome ada banyak bisa disesuaikan dengan kebutuhan kita, sesuai dengan tagline IndiHome "aktivitas tanpa batas" dimanapun kita berada jaringan internet IndiHome selalu ada.

Kabar baik buat kamu dalam rangka HUT Telkom Indonesia yang ke-57 tahun ada promo spesial yang bisa kamu dapatkan, seperti:
  • Diskon poin MyIndiHome 6-8 Juli 2022
  • Open Channel IndiHome TV 6-10 Juli 2022
  • Voucher diskon bayar tagihan dan cashback add-on 6-31 Juli 2022
Menarik bukan, yuk berlangganan IndiHome sekarang. Untuk info lebih lanjut kamu bisa follow dan cek promo di seluruh sosial media IndiHome:
  1. Official Instagram @IndiHome atau klik di sini.
  2. Official Twitter @IndiHome dan untuk layanan pelanggan @IndiHomeCare
  3. Official Facebook @IndiHome
  4. Official YouTube IndiHome
  5. Website resmi: https://indihome.co.id/



Itulah cerita manfaat tak terbatas internetnya Indonesia untuk kesehatan keluarga versi aku. Bagaimana denganmu, sudah bebaskan langkah dan mimpimu dengan IndiHome internetnya Indonesia?


 

Sumber referensi:







Comments

  1. AnonymousJuly 21, 2022

    iya setuju internet mempermudah berobat ke rs, nggak ribet 👍

    ReplyDelete
  2. Saya kemarin juga berlangganan wifi.id pas dirawat di rumah sakit murah lumayan jadi gak bete 😉

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak murah juga ya sebulan cuma Rp10 ribu, kemana mana langsung connect hihi

      Delete

Post a Comment

Form for Contact Page (Do not remove)