Pengalaman Jualan Preloved di Carousell, Hampir Kena Tipu!

Sumber: Pinterest.com


Ada beragam alasan seseorang tidak pakai barang kesayangannya lagi. Bisa karena kekecilan, warnanya kurang cocok sampe emang lemari baju udah penuh. Sama halnya dengan saya, ada dua baju yang saya beli itu ngatung. Saya memutuskan cari situs jual beli preloved. Dan berlabu di prelo.co.id dan carousell.com.

Di kedua tempat ini sistemnya berbeda. Prelo pakai rekening bersama jadi lumayan aman untuk transaksinya dan fiturnya lumayan lengkap seperti nominal harga beli berapa akan dijual dengan harga berapa. Cuma ada potongan keuntungan sekitar 4-10% untuk prelo.

Sedangkan di carousell sistemnya mandiri gak ada rekening bersama. Jadi, kalo calon pembeli sudah oke dengan harga bisa lanjut. Tidak ada potongan biaya apapun. Disana ada fitur tawar-menawar/ make offer. Berikut ini adalah pengalaman buruk saya jualan baju preloved di carousell.

Jadi, ceritanya saya beli 2 blouse sebulan yang lalu dengan merek yang sama. Saya jual harganya Rp 120 ribu di prelo dan carousell. Di prelo belum ada perkembangan. Sedangkan di carousell dapet notif pertama dari carousell listing pertama kali akan di iklankan. Nah, ada yang loved listing saya dua akun di carousel dan gak lama ada yang chat whoooaa seneng dong!

Wah ada nih yang mau beli

Begini awal isi chatnya:


Nama akunnya imancah335 dari namanya bukan perempuan, tapi siapa tau nama samaran. Kok cowok beli baju cewek, oh mungkin dia pengepul baju bekas buat dijual lagi. Bisa di lihat gambar screenshoot di atas si oknum tersebut tanpa tawar menawar dan tanpa nanya kondisi bajunya dia tertarik dan minta chat lanjut di WhatsApp.

Dan yang buat aneh itu saya diminta chat duluan! Ngeselin. Bhaique, saya masih positive thinking aja deh. Saya ikutin, saya chat di WhatsApp untuk tanya jadi beli/ tidak.


Masih selayaknya pertanyaan seorang pembeli ke penjual. Kebetulan kan saya jual 2 baju, saya tawari juga tuh biar sekalian! Eh masa jawabannya "Ok, boleh deh ukurannya sama?" Iya pak sama, balas saya. Wohooo laku nih baju 'gue'. Terus dia nanya jadi totalnya berapa mbak? saya hitung tuh totalnya dan beritahu segini totalnya.




Agak asing telinga sama 'rekening ponsel' itu bukannya fitur/ sebutan aja yah? Dia tidak menyebutkan akan di transfer pakai bank apaaa gitu. Dari situ saya searching tentang apa itu rekening ponsel mungkin ada informasi yang belum saya update di otak dan searching tentang penipuan carousell. Baik, ketemunya rekening ponsel itu fitur baru Bank CIMB Niaga rekening tanpa buku dan tanpa kartu.

Mirip gak sih sama fitur OVO bisa transfer ke bank juga lewat hape. Eh, tapi OVO tuh gak perlu konfirmasi pencairan dana pake aktivasi kode buat si penerima. Transfer ya langsung sampe. Kode konfirmasi berlaku untuk orang yang mau transfer masukin kode konfirmasi. Persis kayak di BCA KlikPay bahwa bener kamu yang punya rekeningnya.


Apakah dia pikir saya kudet dan gaptek?
Tolong dicatet itu nama si bapak itu! Habis kirim bukti transfer seperti itu oknum tersebut nelpon dan saya gak angkat. Jadi, ini step by step si penipu beraksi di carousell:

Pertama, dia minta chat di WhatsApp padahal chat tidak boleh keluar dari aplikasi. Saya baru tau setelah saya report akun orang itu ke pihak carousel supaya di blokir. Penjual dilarang keluar dari tempat chat carousell. Sampai harga fix, sampai barang diterima itu harus dibicarakan di aplikasi carousell biar pihak carousell tetap bisa pantau.

Nih bukti akun si penipu di suspend pihak carousell sebelum saya lapor, bisa karena ada yang kena tipu juga selain saya, bisa juga karena isi chatnya mengindikasi keluar jalur syarat & ketentuan transaksi di carousell.



Kedua, penipu gak pakai nawar harga langsung oke. Bales chatnya lama dia sok sok'an sibuk kerja gitu. Dan bakalan nelpon setelah dia rasa udah transfer padahal BOHONG.

Ketiga, sebaiknya telepon jangan di angkat ya! seperti yang udah saya baca di forum femaledaily orang tersebut bakal nyuruh kita ke ATM untuk konfirmasi kode yang dia maksud itu. Tapi, saya duga dia bakal hipnotis membuat si pendengar panik dan akhirnya malah kita yang transfer dia uang. Itu sudah sering kejadian!

Cara supaya tidak tertipu pembeli di carousell:
  1. Pasang harga yang masuk akal, target oknum kang tipu barang yang harganya mahal.
  2. Lihat profil calon pembeli, pakai foto gak tuh. Dan ada aktifitas gak di timelinenya. Ada juga calon pembeli itu dia beli untuk di jual lagi.
  3. Jangan keluar dari room chat carousell sampai proses jual-beli selesai. Kadang ada juga nih yang minta transaksi lewat shopee supaya ongkirnya gratis.
  4. Join grup, supaya barang preloved cepat laku.
Kasusnya gak cuma penjual aja yang jadi sasaran penipuan di carousell, pembeli yang jujur dan bayar juga ternyata banyak yang di tipu gak dikirim barangnya, nih salah satunya yang saya baca klik disini  Ada aja yah orang cari rezeki pakai cara nipu-nipu.

Oke guys sekian cerita sebagai penjual yang hampir kena tipu di carousell. Ada yang punya pengalaman yang samakah hampir kena tipu. Sebagai generasi yang hidup dengan teknologi canggih kita harus peka dan cepat melek informasi!

With Love,




Tidak ada komentar:

Hi, Silahkan tinggalkan komentar terbaikmu.
Mohon maaf komentar spam/ link aktif tidak akan dipublish.
Subscribe ya untuk menerima notif artikel terbaru. Terima kasih :)

Diberdayakan oleh Blogger.